Hidup yang Berguna Adalah Hidup yang Dipenuhi Kasih
Dalam dunia modern yang penuh kemajuan teknologi dan informasi, manusia semakin cerdas dan berpengetahuan. Namun, tidak sedikit yang menyalahgunakan kecerdasan itu bukan untuk menjadi berkat, melainkan hanya untuk kepentingan diri sendiri, bahkan menjadi batu sandungan bagi sesamanya.
Banyak orang menjalani hidup hanya untuk memenuhi kebutuhan jasmaniah—materi, status, kesuksesan duniawi—tanpa memperhatikan kebutuhan rohaniah, yaitu hidup dalam kasih.
Melalui 1 Korintus 13, kita diingatkan bahwa kasih adalah unsur terpenting dalam kehidupan. Firman Tuhan menegaskan bahwa tanpa kasih, semua hal yang tampaknya hebat (pengetahuan, nubuat, iman, pelayanan) tidak ada artinya.
📖 “Sekalipun aku membagikan segala sesuatu yang ada padaku... tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku.” (1 Korintus 13:3)
🌿 Mengapa Kasih Itu Penting?
Karena kasih kekal. Semua hal duniawi akan berlalu—pengetahuan akan lenyap, karunia rohani akan berhenti, harta tidak dibawa mati—tapi kasih tidak akan pernah berakhir (1 Korintus 13:8).
Karena kasih menyempurnakan semua hukum Tuhan. Kasih kepada Allah dan sesama adalah inti dari seluruh hukum Taurat (Matius 22:37–40).
🧠Dukungan dari Ilmu Pengetahuan – Disertai Sumber
Psikologi Sosial dan Hubungan Kasih:
Penelitian oleh Harvard Study of Adult Development — salah satu studi terpanjang tentang kebahagiaan manusia — menyimpulkan bahwa kualitas hubungan penuh kasih adalah faktor utama kebahagiaan dan kesehatan jangka panjang.
📚 Sumber: Waldinger, R. & Schulz, M. (Harvard University).
Harvard GazetteNeurosains: Efek Kasih terhadap Otak:
Tindakan memberi dan mengasihi mengaktifkan area otak seperti ventral striatum dan ventromedial prefrontal cortex, yang terlibat dalam rasa kepuasan dan "reward".
Menunjukkan bahwa kasih memberi efek biologis berupa kedamaian dan sukacita.
📚 Sumber: Moll, J. et al. (2006). “Human Frontopolar Cortex Activation During Helping Others”.
Proceedings of the National Academy of SciencesKasih dan Kesehatan Fisik:
Studi dari Carnegie Mellon University menunjukkan bahwa orang dengan hubungan sosial yang kuat cenderung memiliki sistem imun yang lebih baik, risiko penyakit jantung lebih rendah, dan hidup lebih lama.
📚 Sumber: Cohen, S. (2005). “Psychosocial Influences on Immunity and Infectious Disease in Humans.”
Nature Reviews Immunology
Sobat Kristus, Hidup yang berguna bukan diukur dari seberapa besar kekayaan, kekuasaan, atau kepandaian yang dimiliki, tetapi dari seberapa dalam kasih kita kepada Tuhan dan sesama. Semua hal akan berlalu, tetapi kasih akan tinggal tetap. Maka, mari kejar kasih—bukan sekadar tahu tentang kasih, tapi menjadi pribadi yang memancarkan kasih dalam perkataan dan perbuatan.
📖 “Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.” (1 Korintus 13:13)
Penulis
Dorlin S Naklui
Comments
Post a Comment